PROFESIONALITAS dan SPIRITUALITAS HUMAN CAPITAL

posted in Umum

Salah satu sebab utama yang membuat frustasi, kepedihan, dan kekecewaan yang dialami oleh banyak orang yang bekerja, (seringkali) berakar pada masalah dipisahkannya profesi (pekerjaan), pandangan tentang hidup, dan spiritualitas.

Pada permulaan pekerjaan atau awal bekerja, seringkali yang mendapat perhatian utama adalah soal teknik bekerja: "Bagaimana caranya mengerjakan sebuah pekerjaan dengan baik, supaya hasilnya baik?"; "Bagaimana caranya bisa bekerja dengan baik, agar dianggap sebagai karyawan yang baik?"; "Bagaimana caranya menghadapi orang lain (teman kerja, pemimpin kerja) dengan baik, sementara mereka selalu banyak protes dan mengatur?"; "Apakah saya harus mengambil sikap dan tindakan tanpa kekerasan dengan bayaran berapa pun juga, atau adakah melawan mereka mungkin merupakan satu-satunya jawaban yang etis?"

Sementara kita lupa, bahwa seorang pekerja tidak akan pernah menjadi pekerja yang baik, kalau imannya (spiritualitasnya) dan pemahaman tentang hidup tidak menjadi pusat dan landasan hidup dan kerjanya.

Harus disadari, bahwa profesi dan spiritualitas tidak pernah dapat dipisahkan. Bekerja bukanlah hanya melakukan kegiatan kerja dari pukul.... sampai pukul.... saja, tetapi pertama-tama adalah jalan/pandangan hidup,  spiritualitas seseorang.

Sudahkah kita menyiapkan jalan/pandangan hidup, spiritualitas human capital kita?

Salam pengembangan manusia ekselen Binawarga (hdh).